Senin, 29 Oktober 2012

Makalah Softskill Ilmu Sosial Dasar



Makalah Soft Skill Ilmu Sosial Dasar

Manusia sebagai Makhluk Sosial






Nama  : Vina Karlina
Kelas   : 1IA08
NPM   : 57412592





UNIVERSITAS GUNADARMA



KATA PENGANTAR

Segala puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,  karena berkat-Nya makalah ini dapat saya selesaikan. Makalah ini disusun agar kita dapat memperluas wawasan kita tentang Ilmu Sosial Dasar khususnya tentang pembahasan “Manusia sebagai makhluk sosial”.

Makalah ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Soft Skill Ilmu Sosial Dasar. Pemahaman tentang manusia dan hal – hal yang berkaitan dengannya sangat diperlukan, dengan suatu harapan suatu  masalah dapat diselesaikan dan dihindari kelak, sekaligus menambah wawasan bagi kita semua.

Makalah ini,  tentunya masih jauh dari kesempurnaan, karena penulis juga masih dalam tahap pembelajaran. Oleh karena itu pengarahan, koreksi, dan saran sangat saya harapkan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Terima kasih.




Depok, 13 Oktober 2012




Vina Karlina



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia sebagai Mahluk Sosial 
2.2 Tahap-Tahap Perkembangan Interaksi Masyarakat
2.3 Harkat Manusia sebagai Makhluk Sosial
2.4 Faktor yang Mempengaruhi Manusia Sebagai Makhluk Sosial

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang














Kata 'Makhluk Sosial' mungkin sudahlah tidak asing di telinga kita. Pada saat proses kelahiran kita pun, tak lepas dari kalimat ini. Ialah dimana saat kita dilahirkan oleh ibu kita, dan pada saat itulah kita membutuhkan sosok seorang ibu untuk memperkenalkan dunia baru tersebut kepada kita. Setelah lahirnya sang anak ke dunia, orang tua lah yang senantiasa berperan dalam proses pengenalan dunia barunya. Oleh karena itu, manusia saling membutuhkan sesamanya.

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.

 Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.



BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Manusia sebagai Makhluk Sosial

Dalam kehidupan di dunia, setiap makhluk hidup memerlukan interaksi dan komunikasi satu sama lain, khususnya bagi umat manusia. Interaksi dan komunikasi ini sangat diperlukan karena manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang tak pernah lepas dari bantuan orang lain. Oleh karena manusia hidup sebagai mahkluk sosial itulah, disadari maupun tidak, manusia cenderung hidup berkelompok dengan tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka masing-masing.

Dalam tujuannya meningkatkan taraf kesejahteraan dan kehidupan manusia, mereka cenderung hidup berkelompok yakni misalnya untuk mewujudkan kebutuhan sosialnya, terciptanya keamanan, ketertiban, keadilan, kenyamanan, kerjasama dan lain sebagainya. Dalam kehidupan berkelompok pula, manusia relatif tidak berorganisasi namun semua itu terjadi secara spontan untuk hidup berkelompok.

Tidak mungkinlah manusia mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam contoh lain, saat kita telah tiada di dunia (meninggal), kitapun tentu saja membutuhkan bantuan orang lain untuk menguburkan jenazah kita.
Dari berbagai contoh diatas yang telah dipaparkan, sehingga kita disebutlah manusia sebagai makhluk sosial.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial memiliki naluri untuk saling tolong menolong, setia kawan, rasa toleransi, simpati dan juga empati terhadap sesamanya. Keadaan inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakat yang baik, harmonis dan rukun, hingga saat berinteraksi itulah mengharuskan terciptanya norma dan etika yang harus dijaga selama proses berinteraksi dengan sesamanya. Bila dalam proses tersebut kita melanggar norma-norma dan etika kesopan santunan, maka akan timbulah penyimpangan-penyimpangan sosial.

Menurut Plato, mahluk hidup yang disebut manusia merupakan mahluk sosial dan mahluk yang senang bergaul/berkawan (animal society = hewan yang bernaluri untuk hidup bersama). Status mahluk sosial selalu melekat pada diri manusia. Manusia tidak bisa bertahan hidup secara utuh hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri saja. Sejak lahir sampai meninggal dunia, manusia memerlukan bantuan atau kerjasama dengan orang lain.

Menurut Aristoteles (384 – 322 SM), manusia adalah mahluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya (zoon politicon yang artinya mahluk yang selalu hidup bermasyarakat). Pada diri manusia sejak dilahirkan sudah memiliki hasrat/bakat/naluri yang kuat untuk berhubungan atau hidup di tengah-tengah manusia lainnya. Naluri manusia untuk hidup bersama dengan manusia lainnya disebut gregoriousness.












Tahap-Tahap Perkembangan Interaksi Masyarakat

Salah satu peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead.L dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self, and Society (1972), Mead menguraikan tahap-tahap perkembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. Menurut Mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap, yaitu: 
  • Play stage = seseorang mulai belajar mengambil pernana orang-orang yang berada di sekitarnya atau bisa di sebut tahap meniru 
  • Game stage = anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. 
  • Generalized other = seseorang diangap telah mampu mengambil pernan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat.

Harkat Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki 2 harkat, yakni: 

  • Keinginan untuk bersatu dengan manusia lainnya (masyarakat) Dalam keinginan untuk bersatu dengan manusia lainnya (bermasyarakat), manusia cenderung untuk memenuhi tujuan hidupnya dalam menyejahterakan kehidupannya, misalnya saja dalam hal untuk mewujudkan suatu keamanan dalam suatu tempat tinggal dan dalam berbagai hal lainnya yang tak luput dengan membutuhkan bantuan orang lain. 
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dalam hal pangan dan lain sebagainya, manusia sebagai makhluk sosial cenderung pula berkeinginan untuk menjadi satu dengan alam sekitarnya. Manusia mencoba untuk memahami bagaimana suatu sumber daya alam dapat menghasilkan suatu produk untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia tersebut, sehingga dalam proses inilah diperlukannya suatu bentuk interaksi dengan alam sekitar.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Ada faktor yang akan mempengaruhi manusia dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesamanya, yakni: 
Faktor intern : 
  • Sikap dan gaya hidup 
  • Selera 
  • Pendapatan 
  • Intensitas kebutuhan
Faktor Ekstern :
  • Lingkungan 
  • Adat istiadat 
  • Kebijakan Pemerintah 
  • Mode/ Trend 
  • Kemajuan teknologi dan kebudayaan 
  • Keadaan alam
Ada beberapa faktor juga yang mempengaruhi manusia hidup bermasyarakat, yaitu: 
  • Faktor alamiah atau kodrat Tuhan 
  • Faktor saling memenuhi kebutuhan 
  • Faktor saling ketergantungan
Dari berbagai faktor diatas itulah, maka kita tak akan lepas dari interaksi sesama yang menyebabkan manusia disebut makhluk sosial.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, yaitu: 
  • Manusia tunduk pada aturan, norma sosial. 
  • Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
  • Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain 
  • Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.



DAFTAR PUSTAKA


 

v! Template by Ipietoon Cute Blog Design